polaslot138
polaslot138
polaslot138
besti69
Sekelompok Warga Anti Pecalang, Bersikeras Penyembuhan di Pantai Setiap Tahun Baru

Sekelompok Warga Anti Pecalang, Bersikeras Penyembuhan di Pantai Setiap Tahun Baru

1 minute, 39 seconds Read


Buleleng

Warga Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, melawan barisan pecalang yang menjaga hari raya Nyepi. mereka bersikeras untuk berlibur di Pantai Prapat Agung.

Kejadian ini terjadi saat perayaan Nyepi, Rabu (22/3/2023). Berdasarkan video yang beredar, beberapa warga sepeda motor menunggu di depan portal yang dijaga pecalang. Mereka berbondong-bondong, setelah salah satu dari mereka membuka portal.

“Nanti dulu pak, mari kita hormati masyarakat. Ayo masuk satu per satu. Tidak ada yang melarang, Kapolres pun tidak, polisi, biar tidak rame,” kata pria berkamuflase dalam video itu. dengan nada menantang.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Kepala Desa Sumberkelampok, Wayan Sawitrayasa saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (23/3/2023), membenarkan hal tersebut. Diakuinya, warga yang terpaksa bergembira adalah warga yang tidak merayakan Nyepi di kampungnya.

“Informasi dari warga, setiap hari raya Nyepi, mereka biasa berekreasi di sana sehingga tidak keluar jalan raya. Tapi Nyepi seharusnya hanya di rumah saja. Juga, mereka dilibatkan menghidupkan motor. Bahkan di bandaranya tutup,” kata Sawitrayasa.

Ia mengatakan, sampai saat ini pecalang belum menjaga kawasan tersebut.

“Ini baru pertama kali kami jaga kawasan. Sebelumnya Taman Nasional Bali Barat (TNBB) pemilik kawasan. Sebelumnya kami hanya jaga jalan utama,” imbuhnya.

Sawitrayasa menyayangkan kejadian tersebut dan viral di media sosial. Bahkan, dia dan anak buahnya mengaku menginstruksikan warga beberapa hari sebelum Nyepi untuk tidak keluar rumah selama perayaan Nyepi.

“Kadang-kadang masyarakat bertanya apakah bisa ke Prapat Agung, tapi kami tidak izinkan karena masih Nyepi. Kalau besok syuting tidak masalah. Sangat disayangkan,” ujarnya.

Sementara itu, warga yang melakukan aksi asusila ini diamankan pihak kepolisian setempat. Ia pun berharap agar umat Hindu dan Muslim lainnya tidak terprovokasi dengan video viral tersebut.

“Upaya kami nanti adalah meningkatkan kewaspadaan antar umat beragama. Sanksi akan kami berikan, untuk nanti jika ada kesunyian atau aktivitas orang lain agar kita bisa saling menghormati,” ujarnya.

Video ini pun viral setelah dibagikan oleh akun tokoh Bali Niluh Djelantik. Dalam unggahan tersebut, Niluh juga menyodok Imigrasi dan Polda Bali untuk menindak warga tersebut.

Tonton Video “Melihat Keindahan Pantai Pemuteran Di Bali”
[Gambas:Video 20detik]
(perempuan/perempuan)

Similar Posts